Friday, February 15, 2013

Bagaimana Seharusnya United Mengakomodasi Pemainnya? - Part 1

Kerap sekali kita menyaksikan beberapa pemain United yang digunakan di berbagai posisi. Tak bisa dipungkiri memang kenyataan bahwa Sir Alex Ferguson adalah seorang pelatih yang hobi melakukan rotasi, sehingga pemain yang bisa bermain di berbagai posisi sangat diperlukannya. Entah pemain tersebut benar-benar nyaman dan bisa bermain di posisi dan peran yang ditentukan Fergie atau tidak, kita tidak tahu pasti. Yang jelas, Fergie akan selalu melakukan eksperimen terhadap pemain, selama tim-nya bisa mendapatkan benefit.

Kita tengok saja John O'Shea, yang dianggap sukses sebagai seorang pemain versatile. O'Shea sudah sering diutak-atik posisinya sejak awal karir. Naturalnya, anda bisa melihat bahwa ia memiliki mental seorang bek tengah. Namun, pada kenyataannya, O'Shea juga kerap dimainkan sebagai full-back, bahkan gelandang bertahan. Dan perlu diingatkan juga bahwa O'Shea pernah dijadikan striker pada musim 2007-08.


Serbabisa? Bisa dibilang begitu. Meski John O'Shea terlihat tidak begitu fasih dalam hal yang berbau ofensif, O'Shea sudah cukup memenuhi kriteria Ferguson untuk pemain serbabisa. Pertanyaannya, apakah United telah berhasil mengakomodasikannya?

Sulit untuk menjawabnya. O'Shea mungkin akan bisa tampil di form terbaik jika terus dipasang sebagai bek tengah sepanjang karirnya, namun tak dapat dipungkiri bahwa menggunakannya di berbagai posisi adalah cara yang sangat tepat untuk mengakomodasikannya. Yap, begitulah.

Selain O'Shea, contoh permasalahan pengakomodasian pemain muncul juga pada seorang Park Ji-Sung. Pemain asal Korsel tersebut juga adalah pemain yang serbaguna. Ia bisa bermain sebagai gelandang tengah, gelandang bertahan, winger, gelandang melebar, hingga posisi awalnya ketika bermain untuk PSV yaitu gelandang serang.


Bagaimana dengan Park? Apakah United telah mengakomodasikannya dengan tepat? Rasanya kurang. Saya memang tidak pernah menyaksikan Park secara langsung ketika berkostum PSV. Namun, saya pernah membaca artikel seseorang tentang bagaimana Park dipakai oleh PSV. Ketika bermain untuk PSV, Park dipakai sebagai gelandang serang dan lebih sering menonjolkan kemampuan passing nan tangkasnya beserta larinya yang cepat. Selain itu, ia tidak diberi role untuk bertahan, sehingga konsentrasinya dalam pertandingan diperbanyak untuk menyerang. Di United, Park dapat diingat melalui energinya yang tidak terbatas. Stamina-nya dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Lari tidak kenal lelah, seakan memiliki 3 paru-paru - begitu kata banyak orang.

Banyak orang pun tidak sadar bahwa Park sebenarnya memiliki kemampuan individual yang luar biasa - yang sayangnya tidak begitu ditonjolkan karena ia terpaksa bermain di posisi yang asing baginya. Bermain di sayap bukan spesialisasinya. Dia bukan tipe pemain yang bisa mendribel bola melewati bek sayap lalu mengirimkan crossing matang. Ia juga tidak cukup kompeten jika bermain di gelandang tengah. Kelemahannya terlihat. Mulai dari kemampuan bertarung, kreativitas, hingga teknik bertahan tidak dimilikinya. Ia hanya menonjol karena kemampuan off the ball, ball-winning, stamina, dan work-rate nya. Sayang, ia terlanjur dikira Fergie sebagai pemain serbabisa, sehingga pada akhirnya kemampuan sesungguhnya menumpul sebelum sempat dipakai. However, kita tidak bisa menyangkal bagaimana berbekasnya masa-masa Park di Manchester - karena gol-gol penting yang kerap dicetaknya tentunya.

Bersambung...

No comments:

Post a Comment